Khutbah Jum’at Syaikh Abdurrahman As Sudais, “10 Faktor Kemenangan Umat Islam”

No comments
Khutbah Jum'at Syaikh Abdurrahman As Sudais
Khutbah Jumat Masjidil Haram, 03 Jamadal Ula 1445 H
Oleh: Ma’aly Syaikh Dr. Abdurrahman as-Sudais
“Jika Kalian Menolong Allah, Maka Allah Akan Menolong Kalian”
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah. Kami memujiMu, wahai Tuhan kami. Kami memohon pertolonganMu, meminta ampunanMu dan bertobat kepadaMu. Maha Suci Allah, Dialah yang Maha Memulai lagi Maha Mengulangi, yang Maha Melakukan segala apa yang Dia kehendaki. BagiNya limpahan kesyukuran dan pujian yang berterusan. Dia menjanjikan kepada wali-waliNya kemenangan dan sokongan, jika mereka memenuhi sebab-sebabnya dan mereka merealisasikan kesatuan dan tauhid.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata. Tiada sekutu bagiNya. Dia memiliki ‘Arasy yang mulia. Dan aku bersaksi bahwa Nabi dan pemimpin kita, Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Beliau adalah Nabi terbaik dan hamba yang paling mulia. Semoga shalawat, salam dan keberkahan senantiasa tercurah bagi beliau beserta keluarga dan sahabat beliau, juga para tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat.
Amma ba’du..
Sebaik-baik pesan di awal dan di akhir segala urusan adalah takwa kepada Allah SWT dalam semua kesempatan, terlebih saat dalam derita dan nestapa, dalam ujian dan cobaan. Sebab ketakwaan kepada Allah akan menyingkap kesusahan dan kegundahan, serta akan mendatangkan kemenangan dan kegemilangan. Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ 
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaq: 2-3)
Umat Islam sekalian…
Dalam suasana nestapa yang berat, derita yang kelam dan kemelut yang mencekam, jiwa-jiwa itu bangkit menyingkirkan sebab-sebab kelemahan dan keterpecahan, serta bersegera memenuhi faktor-faktor kemuliaan dan kemenangan. Seluruh jiwa bergegas meraih semerbak rahmat dan segala jalan keluar, serta merajut segala sesuatu yang dapat menghadirkan kesabaran. Demikian itu menjadi lebih diperlukan dan menjadi suatu kemestian di saat genting ini, ketika kita berada dalam potongan sejarah yang membara ini. Penggalan sejarah saat umat yang mulia ini diselimuti kesedihan dari segala penjuru dan dikungkung cobaan dari berbagai sisinya. Allah berfirman,
وَاللّٰهُ غَالِبٌ عَلٰٓى اَمْرِهٖ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.” (QS. Yusuf: 21)
Kaum mukminin sekalian…
Sesungguhnya di antara sunnatullah (ketetapan Allah) adalah bahwa Dia menjadikan segala sesuatu memiliki sebab, hasil, tujuan dan tata cara. Allah memerintahkan hambaNya untuk mencari sebab untuk mencapai tujuan yang paling luhur, yaitu tampuk kemuliaan dan kejayaan.
Sesungguhnya kewajiban orang yang beriman, yang memiliki tauhid yang kokoh, serta senantiasa mengharap sokongan dari Allah yang Maha Kuat lagi Maha Pemberi adalah membentengi diri dengan sebab-sebab kemenangan, kemuliaan dan kejayaan, serta membawanya di setiap tempat dan waktu.
Di antara karunia Allah SWT kepada segenap hambaNya yang beriman adalah bahwa Dia menunjukkan dan menuntun mereka meraih sebab-sebab ini. Allah menjelaskannya di dalam kitabNya yang mulia (al-Qur’an) dan sunnah Nabi yang suci.
Saudara seakidah..

Faktor Pertama Tauhid dan Ikhlas

Sebab kemenangan yang paling utama dan pertama adalah tauhid dan keikhlasan. Sesungguhnya perkara yang paling utama yang diperintahkan oleh Allah adalah tauhid (mengesakan Allah) dan ikhlas untukNya semata. Tauhid dan ikhlas dalam beramal adalah sebab kemenangan yang paling agung. Allah berfirman, seraya berpesan kepada generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum,
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَاۤءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah.” (QS. al-Anfal: 47)
Di dalam ash-Shahihain, dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah saw ditanya tentang seseorang yang berperang karena keberanian, berperang karena golongan (fanatisme) dan berperang karena riya, siapakah dari mereka yang disebut berada di jalan Allah? maka Rasulullah saw menjawab, “Siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, niscaya dialah yang berada di jalan Allah.”

Faktor Kedua Iman dan Amal Salih

Sebab kemenangan yang kedua adalah iman dan amal saleh. Allah berfirman,
وَكَانَ حَقًّاۖ عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” (QS. ar-Rum: 47)
Allah juga berfirman,
اِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْاَشْهَادُۙ
“Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat)” (QS. Ghafir: 51)
Allah juga berfirman,
اِنَّ اللّٰهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ
”Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman.” (QS. al-Hajj: 38)

Faktor Ketiga Menolong Agama

Sebab ketiga adalah menolong agama Allah. Allah berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Allah juga berfirman,
وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ (40) اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ (41)
“Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. al-Hajj: 40-41)
Di antara sebab kemenangan yang paling utama adalah menegakkan agama Allah, menyeru manusia kepada Allah, menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah berbuat kemungkaran, serta menolong orang-orang lemah di muka bumi.

Faktor Keempat Bersatu dalam Kebenaran

Sebab keempat adalah kesatuan barisan di atas kebenaran, memperbaiki hubungan, serta tidak mudah berselisih dan berpecah belah. Allah berfirman,
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (QS. Ali Imran: 103)
Allah juga berfirman,
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ
“Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.” (QS. al-Anfal: 1)
Jalan yang pertama, yang mesti ditempuh untuk meraih kejayaan bagi umat ini adalah takwa kepada Allah dan memperbaiki hubungan. Allah berfirman,
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ
“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang.” (QS. al-Anfal: 46)
Maksudnya, kemenangan dan kekuatan kalian.

Faktor Kelima Persiapan Maksimal

Wahai kaum muslimin di timur dan barat dunia, sebab kemenangan yang kelima adalah menyiapkan semampunya dari kekuatan yang dimiliki. Kekuatan bagi kaum mukminin yang melakukan perlawanan untuk membela agama dan umatnya adalah tuntutan syariat. Sebab Islam adalah agama kekuatan dan kemuliaan. Tonggak-tonggaknya tegak dengan Kitabullah yang memberi petunjuk dan senjata yang menolong. Allah berfirman,
وَأَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ 
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya.” (QS. al-Anfal: 60)

Faktor Keenam Tawakkal

Wahai sekalian hadirin yang mulia, sebab keenam dari sebab-sebab kemenangan adalah tawakkal (berserah diri) kepada Allah. Allah berfirman,
اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali Imran: 160)
Allah juga berfirman,
وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.” (QS. al-Maidah: 23)
Tawakkal kepada Allah yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh, merupakan sebab syar’i yang paling utama untuk meraih kemenangan dan kejayaan. Allah berfirman,
وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِۙ
” Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Ali Imran: 126)

Faktor Ketujuh Sabar dan Teguh

Saudara-saudara yang mulia, sebab yang ketujuh adalah kesabaran dan keteguhan. Allah berfirman,
وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 120)
Allah juga berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.” (QS. al-Anfal: 45)
Nabi saw juga bersabda, “Ketahuilah bahwa kemenangan itu diraih dengan kesabaran, kelapangan itu datang bersama kesusahan, dan bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan.” (HR. Tirmidzi)

Faktor Kedelapan Menegakkan Shalat dan Dzikir 

Wahai orang-orang yang bertauhid yang memiliki semangat, sebab kedelapan dari sebab-sebab kemenangan adalah menegakkan shalat dan memperbanyak zikir, beristighfar kepada Allah, berdoa dan memohon pertolongan dariNya, serta kembali kepadaNya. Allah berfirman,
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ (238) فَاِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا اَوْ رُكْبَانًا ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ (239)
“Peliharalah semua shalat dan shalat wustha. Dan laksanakanlah (shalat) karena Allah dengan khusyuk. Jika kamu takut (ada bahaya), shalatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman, maka ingatlah Allah (shalatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. al-Baqarah: 238-239)

Faktor Kesembilan Jauhi Jalan Orang-orang Sesat

Sebab kesembilan adalah menghindari jalan orang-orang sesat dan cara orang-orang sombong dan riya. Allah berfirman,
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَاۤءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ بِمَايَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.” (QS. al-Anfal: 47)

Faktor Kesepuluh Doa dan Doa

Sebab kesepuluh adalah doa dan doa. Sesungguhnya di antara hak saudara-saudara kalian di tanah yang suci terhadap diri kalian adalah kalian membantu mereka dengan doa secara khusyu’ kepada Allah, meminta dan memohon dengan menghinakan diri kepadaNya. Mohonlah kepadaNya kemenangan yang segera dan keteguhan, serta kejayaan.
Saudara seiman, perhatikanlah saudara-saudara kalian dengan sebaik-baik perhatian. Curahkanlah doa dan doa tiada henti.
Umat pemenang nan berjaya..
Itulah sepuluh poin dari nilai-nilai cemerlang yang dapat dipetik dari sebab-sebab utama meraih kemenangan, kemuliaan dan kejayaan. Demikian itu, sebagai pembangkit semangat dan pendorong untuk mencapai puncak kemuliaan, demi melindungi simbol tempat suci umat, yaitu masjid al-Aqsha yang diberkahi, kiblat pertama dan tempat Isra’ Mi’raj nabi Muhammad saw, penghulu segenap jin dan manusia, di masa krisis ini dan di saat yang berdarah ini. Kondisi yang dilalui oleh umat Islam saat ini, di bawah bayangan kejahatan Zionis yang brutal dan serangan yang meluluhlantakkan, di bawah kepongahan dan kesombongan, keangkuhan dan makar yang jahat, serta penindasan atas orang-orang lemah dari kalangan sipil yang tak bersalah, anak-anak, orang lanjut usia, orang sakit dan orang-orang lemah. Mereka tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak memiliki arah yang menuntun mereka. Itulah kekejaman yang dirasakan oleh saudara-saudara klita di Palestina yang mulia. Para penjajah itu telah menghancurkan negeri mereka dan memusnahkan anak-anak dan segenap penduduk dengan cara yang paling keji dan kejahatan yang paling kejam. Mereka menggunakan senjata yang paling memusnahkan dalam sejarah krisis kemanusiaan yang keji.
Ya Allah, rahmatMu kami selalu harapkan. Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik pelindung dan pemelihara.
Wahai saudara-saudara kami di Palestina, bersabarlah, dan kuatkan kesabaran. Teguhlah, dan kuatkan keteguhan. Semua kita berharap, optimis dan menanti kabar gembira. Sungguh pertolongan dan kemenangan dari Allah itu dekat.
Saudara-saudara yang mulia..
Ikatan persaudaraan kita yang kuat dan akidah kita yang agung memanggil kita untuk membantu dan menyokong keluarga kita di Palestina yang mulia, agar tercipta bagi mereka keamanan dan kemenangan, terhenti pertumpahan darah, terealisasi stabilitas, terbuka blokade, terhenti kekerasan dan pengusiran, serta agar bantuan kemanusiaan sampai dan pertolongan Allah segera datang dengan izinNya. Allah berfirman,
فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْاۗ وَكَانَ حَقًّاۖ عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ
“lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” (QS ar-Rum: 47)
Allah juga berfirman,
حَتّٰٓى اِذَا اسْتَيْـَٔسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوْا جَاۤءَهُمْ نَصْرُنَاۙ فَنُجِّيَ مَنْ نَّشَاۤءُ ۗوَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa.” (QS Yusuf: 110)
Bertakwalah wahai segenap hamba Allah. Penuhilah sebab-sebab kemenangan yang nyata, niscaya akan terealisasi bagi kalian kemenangan dan kejayaan.     
Aku berlindung kepada Allah dari setan terkutuk. Allah berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ (45) وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ (46)
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (QS. al-Anfal: 45-46)
Semoga Allah memberkahi kita semua dengan kitabNya yang jelas dan sunnah penghulu para Rasul. Semoga Allah melindungi al-Aqsha milik kaum muslimin dari tipu daya orang-orang yang dengki dan keburukan para penjajah. Semoga Allah menempatkan para syuhada di tempat yang tinggi nan mulia. Sungguh, Dia Maha Penolong lagi Maha Pelindung. Demikian yang saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Mohonlah ampun dan bertobatlah kepadaNya. Sungguh, Dia Maha Pengampun.
Khutbah Kedua
Segala puji bagi Allah, Penolong orang-orang bertakwa. Aku memujiNya dan bersyukur kepadaNya dengan pujian yang tiada berkesudahan dan tidak melemah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata. Tiada sekutu bagiNya. Dia telah menetapkan kemuliaan bagi hambaNya yang beriman. Dan aku bersaksi bahwa Nabi kita, Muhammad adalah hamba dan utusan Allah yang suci dan terpercaya. Semoga shalawat, salam dan keberkahan tercurah kepada beliau beserta keluarganya yang suci nan mulia, juga kepada para sahabatnya yang telah mencapai puncak kejayaan dengan kesabaran, serta para tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat.
Amma ba’du..
Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba Allah, dan yakinlah bahwa pertolongan Allah datang bersama keteguhan dan kesabaran. Kemenangan itu ada saat senantiasa berpegang teguh dengan Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Saudara-saudara seiman..
Di antara hal yang dapat menyejukkan dada-dada kaum mukminin di saat ini adalah sikap yang gemilang dari negeri Dua Tanah Suci, baik pada skala pemerintah maupun rakyat, yang langsung dipelopori oleh Pelayan Dua Tanah Suci dan Putra Mahkotanya, semoga Allah senantiasa menyokong mereka, terhadap situasi yang memilukan dan kondisi yang menyedihkan di Palestina. Yang mulia memberikan himbauan untuk menggalang bantuan nasional yang besar dari seluruh rakyat untuk menolong saudara-saudara kita di Gaza dan seluruh wilayah Palestina, memberikan kontribusi dalam upaya mengangkat penderitaan dari warga sipil, berusaha sekuat tenaga untuk meringankan cobaan yang pedih yang dihadapi oleh penduduk Jalur Gaza dan selainnya, serta dengan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Negara-negara Arab dan Islam (OKI) / (OIC) dengan rekomendasi yang tegas.
Sesungguhnya sikap mulia dan kepedulian terhadap masalah Palestina yang mulia ini adalah merupakan mata rantai sikap Kerajaan yang tercatat dalam sejarah dalam mendukung bangsa Palestina di dalam berbagai cobaan dan krisis yang mereka hadapi.
Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang agung lagi mulia. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan ‘Arasy yang agung. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang mulia. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan ‘Arasy yang mulia.
Tuhan kami.. Betapa besar penderitaan dan nestapa yang dihadapi oleh saudara-saudara kami di Palestina. Ya Allah, tolonglah mereka dan segerakan kemenangan bagi mereka, wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Ya Allah, bantulah saudara-saudara kami yang lemah di Gaza. Ya Allah, peliharalah mereka dari arah hadapan, belakang, kanan, kiri, atas mereka, serta kami memohon perlindungan dariMu buat mereka dari keburukan dari arah bawah mereka. Ya Allah kasihilah orang tua renta yang sudah bungkuk dan anak-anak kecil yang masih dalam penyusuan. Turunkanlah ketenangan ke atas mereka, dan bantulah mereka menghadapi orang yang menzalimi mereka, wahai yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, wahai sebaik-baik Penolong, wahai yang Maha Mengabulkan doa orang yang teraniaya. Ya Allah, sesungguhnya mereka dizalimi, bantulah mereka. Wahai Tuhan kami, Engkau adalah sandaran mereka, kepada Engkau kami mengadu kelemahan mereka dan sempitnya jalan mereka, jadilah penolong dan pelindung bagi mereka, penyokong dan pendukung bagi mereka.
Ya Allah, duhai yang menurunkan kitab, yang menggerakkan awan, yang mengalahkan tentera Ahzab, kalahkan Zionis yang jahat. Bantulah saudara-saudara kami menghadapi mereka. Wahai Allah yang menurunkan kitab, yang cepat hisabNya, hancurkanlah mereka.
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin. Hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrikin. Jadikanlah negeri ini negeri yang aman, tenteram dan sejahtera, serta seluruh negeri-negeri muslimin. Ya Allah, kurniakanlah keamanan buat negeri kami. Berikanlah kebaikan kepada pemimpin dan pemerintah kami. Sokonglah pemimpin kami, Pelayan Dua Tanah Suci dengan kebenaran. Jadikan segala usahanya diridai olehMu, serta karuniakanlah baginya penasihat yang baik, yang sentiasa mengajak kepada kebenaran dan senantiasa membantunya.
Ya Allah, jagalah Putera Mahkotanya, serta bimbinglah beliau ke arah yang Engkau cintai dan ridai untuk kebaikan negeri ini dan penduduknya. Ya Allah, siapa yang menghendaki  kejahatan atas negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin, maka sibukkanlah mereka dengan urusan mereka sendiri, kembalikanlah tipu daya mereka kepada mereka dan gagalkanlah seluruh rencana mereka. Ya Allah yang Maha Mendengar doa,  peliharalah negeri kami dan negeri kaum muslimin dari kejahatan orang-orang jahat, tipu daya mereka dan keburukan yang muncul pada siang dan malam.
Ya Allah, tolonglah tentera-tentera kami yang berjaga-jaga di perbatasan negeri kami. Ya Allah, berikan taufik kepada petugas keamanan kami, terimalah syuhada’ mereka, sembuhkanlah yang sakit di kalangan mereka, obatilah yang luka dikalangan mereka, tepatkanlah sasaran mereka dan pandangan mereka, serta bantulah mereka menghadapi musuhMu dan musuh mereka.
Ya Allah, bagiMu segala pujian atas segala nikmat dan kurniaan. Ya Allah, tambahkanlah darinya dan jadikanlah ia penuh kebaikan dan keberkatan buat negeri-negeri kaum muslimin dan penduduknya.
Ya Allah, penuhilah hati-hati kami dengan keimanan, limpahkanlah buat negeri kami kebaikan, hujan dan kurniaan yang melimpah ruah. Ya Allah, anugerahkan kepada pemuda pemudi kami hidayah dan kebaikan, serta karuniakanlah kesuksesan dalam menghadapi ujian sekolah mereka.
Wahai Tuhan kami, kurniakanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di hari akhirat serta lindungilah kami dari azab api neraka. Ya Allah, terimalah permohonan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengetahui. Terimalah tobat kami sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Allah, ampunilah kami, ibu bapak kami, ibu bapak mereka, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, wahai yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Maha Mengabulkan permohonan doa.
Wahai hamba Allah, ucapkanlah shalawat dan salam –semoga Allah merahmati kalian- untuk penghulu seluruh manusia, teladan orang-orang Islam, yang  sabar di atas segala ujian dengan tawakkal kepada Allah dan selalu berpegang teguh kepadaNya. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian agar bershalawat untuk beliau di dalam al-Quran. Allah SWT berfirman,
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab: 56)
Di dalam Jami’ al-Tirmizi dari Ubai bin Ka’ab radhiyallahu anhu , ia berkata, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, berapa banyakkah aku mesti bershalawat ke atas dirimu?” Baginda bersabda, ” Sekehendakmu” Aku pun berkata “Aku akan jadikan seluruh shalawatku untukmu” Baginda bersabda, ” Dengan itu, kesusahanmu akan hilang dan dosamu akan diampuni.”
Ya Allah sampaikanlah shalawat untuk nabi Muhammad beserta keluarganya sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim beserta keluarganya. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkatilah Nabi Muhammad beserta keluarganya sebagaimana Engkau berkati Nabi Ibrahim beserta keluarganya. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ridailah keempat Khulafa’ Rasyidin, Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali, beserta segenap para sahabat dan tabi’in, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik yang memaafkan dan mengampuni.
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ(180)  وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ(181)  وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ(182)
”Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan. Dan selamat sejahtera bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam” QS as-Shaffat: 180-182)

Bagikan:

Tags

Leave a Comment