Nabi Sulaiman dan Baitul Maqdis

No comments

Nabi Sulaiman AS, dialah yang membangun Baitul Maqdis. Kalangan Yahudi modern mengistilahkan sebagai “Kuil Sulaiman” atau “Haykal Sulaiman”. Betulkah istilah ini?
Kalangan kristiani sekarang, tidak menyebutnya “Nabi”, tapi “Raja Sulaiman” atau “King Solomon”. Kenapa demikian? Nanti kita bahas.
Baitul maqdis, and Solomon’s Temple. Sulaiman membangun Baitul Maqdis, setelah kehancurannya. Daud telah mewasiatkan kepada Sulaiman untuk membangun kembali Baitul Maqdis. Empat tahun setelah memerintah, Sulaiman mulai membangunnya. Yahudi sekarang, meyakini bahwa Baitul Maqdis sekarang dibangun diatas Haykal Sulaiman ini. 
Baitul Maqdis ini dibangun diatas gunung, yang disebut Gunung Muria. Ini disepakati dalam kitab2 mereka dan tercatat pula di kitab-kitab sejarah Islam. Menurut jumhur mereka, Gunung Muria ini adalah Gunung Suci Mulia. Di tempat inilah dibangun Al Aqsha dan Qubbah As Shakhra (Dome of the Rock). Kubah ini yang warnanya emas, yang disangka banyak orang sebagai masjidil Aqsha, kan di poster2 gitu ya? Sebetulnya bukan itu yang masjidil Aqsha, meskipun kubah ini berada di lokasi Aqsha.
Kalangan mereka meyakini wajibnya merobohnya 2 buah mesjid, tujuannya untuk membangun ulang Haykal sesuai anggapan mereka. Apa itu Haykal? Haykal itu mutlak merupakan kata untuk tempat apapun yang dijadikan untuk ibadah. Kita menyebutnya mesjid, Umat nasrani menyebutnya Gereja (Kanisah (arab)), orang yahudi menyebutnya Haykal.  
Siapa yang membangun Masjidil Aqsha? Adam lah yang pertama membangunnya. Adam pula yang membangun pondasi Masjidil Haram. Kam bainahuma Yaa Rasulullah?, Berapa jarak antar pembangunan keduanya Wahai Rasulullah? Tanya Abu Dzar dalam hadits shahih. Nabi menjawab, “40 tahun”.
Mereka yang mengatakan bahwa Sulaiman yang membangun Baitul Maqdis, sebetulnya Sulaiman bukan yang pertama. Baitul Maqdis sudah hancur beberapa kali dalam sejarah. Dan dibangun berkali-kali juga. Sekarang Masjidil Aqsha sudah dibangun, tau-tau Yahudi ingin merobohkannya karena “katanya” Masjidil Aqsha ini dibangun diatas reruntuhan Haykal Sulaiman. 
Sedangkan Nasrani pun menginginkan hal yang sama. Mereka meyakini Isa AS akan turun ke bumi kembali dan berkuasa nanti di baitul maqdis (kayaknya mereka nyebutnya Bethelem). Mereka ingin berkuasa juga disitu karena untuk menyambut turunnya Isa yang akan memerintah nanti. Mereka juga ingin membangun Haykal ini, yaitu pada menjelang Hari Akhir.  
Haykal ini istilah arabnya, sinonim dengan baitul maqdis. Dalam bahasa ibrani, disebut “Hikhal” atau “rumah besar”. Nama lainnya “Bait Yahweh”. 
Dalam hadits riwayat An Nasai dan Ibnu Majah dari Nabi SAW, “Sesungguhnya Sulaiman bin Dawud, ketika membangun Baitul maqdis, ia meminta kepada Allah tiga perkara:
Pertama, memohon supaya dijadikan sebagai orang yang adil didalam memberi keputusan. Maka doanya dikabulkan.
Kedua, memohon dianugerahi kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahnya. Permintaan ini dikabulkan oleh-Nya.
Ketiga, Memohon kepada Allah, ketika usai membangun masjid Al-Aqsha, agar tidak ada seorang pun yang datang ingin menguasai, dan supaya orang yang shalat di dalamnya diampuni dosa-dosanya, sehingga dirinya bersih tanpa dosa seperti baru pertama kali lahir dari perut ibunya.
Lalu Rasulullah mengomentari, ‘Adapun dua permintaannya yang pertama, Allah mengabulkannya. Sedangkan yang ketiga, aku berharap semoga Allah mengabulkannya’.”
Sulaiman menyelesaikan pembangunannya selama 13 tahun, atau ada yang menyebutkan 7 tahun. Memang, para Nabi setiap zaman itu turun temurun menjaga baitul Maqdis. Mulai dari Ibrahim AS, Ishaq AS, Ya’qub AS, mereka dikubur di satu komplek pemakaman di Palestina. Lalu dilanjutkan Daud, Sulaiman, sampai akhirnya para keluarga Imran, yaitu Zakaria AS, Maryam AS, sampai Yahya AS, dan Isa AS, semua menjaga baitul maqdis dan memakmurkan mesjidnya. 
Siapa yang rubuhin Haykal Sulaiman? Baitul Maqdis ini roboh salah satunya karena diserang Nebukanedzer beberapa abad SM, lalu dibangun lagi, dan roboh, bangun lagi, dan kita tahu dari kisah dalam surat Ali Imran, bahwa Zakaria dan Maryam serta keluarga Imran selalu menjaga mesjid ini. Apa yang terjadi setelah Zakaria, Yahya, dan Isa terbunuh? Hancur lagi. Muslim kah yang menghancurkan? Bukan.
Bangsa Yahudi yang durhaka menghancurkan Baitul Maqdis sendiri dengan tangan mereka. Tangan mereka berlumuran darah para Nabi. Siapa yang membangun kembali Baitul Maqdis? Umat Islam membangun kembali setelah ratusan tahun tempat tersebut ditinggalkan. Yaitu pada masa Umar bin Khattab. 
Baitul Maqdis betul-betul tidak bisa dikenali wujudnya saat itu, karena ratusan tahun dia berubah menjadi tempat sampah penduduk. Untuk mengembalikannya, membangunnya lagi seperti buatan Sulaiman dulu, Umar membawa serta sahabatnya, seorang ahli riwayat ahli kitab asal Yaman, Imam para tabiin dalam tafsir Quran, Ka’ab al Ahbar, atau Ka’ab “Sang Rahib”.  
Pengetahuannya tentang isi kitab dan kabar israiliyat betul-betul mendalam. Umar menanyainya bagaimana lokasi dan posisi seharusnya dari sejumlah pondasi yang runtuh tersebut, sehingga akhirnya kita bisa melihat Masjidil Aqsha pada posisinya, dome of the rock pada posisinya, dsb. Umat Islam membangun ulang sesuai konstruksi Haykal Sulaiman. Lalu yahudi modern para pembunuh Nabi-Nabi mengaku ingin membangun ulang Haykal? Setelah moyang mereka merobohkannya? Lalu umat Islam yang dituduh merobohkan baitul maqdis? Licik dan hasad sudah jadi DNA mereka.
Di Hari Akhir nanti, ketika Isa AS turun ke dunia, mereka akan membayar apa yang mereka perbuat, dari membunuh Nabi-nabi dan menghancurkan rumah2 Allah. Mereka akan disapu seluruhnya dari muka bumi, sampai pohon pun bicara memberi tahu persembunyian mereka.
Sulaiman merupakan raja yang ta’at dan sangat bersegera dalam menjalankan perintah Allah. Tapi kita memiliki akhir kisah yang berbeda terkait Nabi yang mulia ini. Yang kita dapat, Sulaiman wafat dalam keadaan taat. Duduk Berpegang pada tongkatnya dan wafat dalam keadaan duduk sampai rayap memakan tongkatnya setelah berbulan-bulan.
Sedangkan Bibel yang sampai pada kita menjelaskan bahwa Sulaiman mati dalam keadaan menjadi musyrik. Sulaiman melakukan banyak dosa karena beristri banyak dan memiliki banyak kuda. Istri-istrinya mulai menyembah tuhan-tuhan lain. Dalam 1 Raja-raja 11:9-13:
9
Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
10
dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
11
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 
Jadi, akhirnya Sulaiman ini menikah dengan wanita-wanita asing, sehingga dia ikut-ikutan menyembah Tuhan selain Allah. Wow… Okeh, fiuuhhhhh… No comment.
Inilah, kalangan mereka hanya menyebutnya “Raja Sulaiman” alih-alih menyebutnya dengan gelar mulia “Nabi Sulaiman”.

Bagikan:

Tags

Leave a Comment