Hukum Wanita Pergi ke Salon dan Potong Rambut

No comments

Fatwapedia.com – Berikut ini adalah fatwa tentang hukum wanita pergi ke salon dan memotong rambutnya untuk menyenangkan suaminya.

السؤال : ما حكم تقصير المرأة شعرها في صالونات خاصة للنساء، وما ضوابط دخول هذه الصالونات؟

Pertanyaan: Apa hukum wanita memotong rambut di salon khusus perempuan, dan apa saja aturan masuk salon?

الجواب : الحمد لله، والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله لا حرج على المرأة أن تخفف شعر رأسها بالقص، خاصة إذا طلب زوجها منها ذلك تزينا له، إذ الأصل في الأشياء الإباحة، ولم يرد ما يدل على التحريم، بل جاء في حديث أبي سلمة بن عبد الرحمن رحمه الله قال: (كَانَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذْنَ مِنْ رُؤوسِهِنَّ حَتَّى تَكُونَ كَالْوَفْرَةِ) رواه مسلم (رقم/320)، والوفرة: قيل: الشعر الذي يزيد على المنكبين قليلا، وقيل: يصل إلى شحمة الأذنين.

Jawaban: segala puji bagi Allah shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah . Tidak berdosa wanita memendekkan rambutnya dengan cara dipotong. Terlebih jika atas permintaan suami agar menarik dilihatnya. Karena hakikatnya semua urusan duniawi boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Termuat dalam hadits Abu Salamah berkata: Istri-istri Nabi  mengambil rambut kepalanya (artinya: memendekkannya) sampai ada yang tidak melebihi ujung telinga” (HR. Muslim no. 320). Makna wafrah adalah panjang rambut sejajar pundak atau lebih sedikit, ada juga pendapat sejajar dengan daun telinga.

وقد قال الإمام النووي رحمه الله في شرح هذا الحديث: “فيه دليل على جواز تخفيف الشعور للنساء” “شرح مسلم” (4/5).

Imam Nawawi berkata: Ini merupakan dalil yang menunjukkan tentang dibolehkannya memendekkan rambut bagi perempuan.” (Syarh Muslim, 4:/5)

ولا نعرف ما يمنع من تقصير الشعر إلى أي حد ترغب به الزوجة لزوجها، ما لم تقصد بقلبها التشبه بالرجال، والمحذور فقط هو الحلق الكامل لشعر رأس المرأة، فقد نص الفقهاء على الكراهة حينئذ، وقال آخرون بالتحريم، كما قال الخطيب الشربيني رحمه الله: “يكره لها الحلق على الأصح في المجموع, وقيل: يحرم؛ لأنه مُثلَةٌ – أي تشويه – وتشبه بالرجال, ومال إليه الأذرعي في المزوجة حيث لا يؤذن لها فيه” “مغني المحتاج” (2/229).

Kami tidak tahu batas memendekan rambut seperti apa yang disukai wanita untuk suaminya. Selama tidak tasyabuh dengan laki-laki. Yang dilarang adalah jika memotong habis seluruh rambut wanita. Sebagian ulama menghukumi makruh perbuatan ini dan sebagian lainnya menghukumi haram. Seperti perkataan Alkhatib Asyirbaini: dimakruhkan memotong rambut menurut pendapat yang Shahih dalam Al-Majmu’. Namun pendapat lain mengharamkan karena ada unsur tasyabuh dengan laki-laki. Dan imam Al-Adzra’i cenderung dengan pendapat ini dalam bab pernikahan dimana beliau tidak mengizinkan wanita mencukur rambutnya. (Mughni Muhtaj)

وإذا جاز تخفيف المرأة شعر رأسها جاز دخولها (الصالون) النسائي لهذا الغرض، والمهم أن يكون (الصالون) خاصا بالنساء ولا يدخله الرجال، والمسلمة الملتزمة تحرص دائما على أن تكون ناصحة داعية إلى الخير في كل مكان تذهب إليه. والله أعلم

Jika seorang wanita diperbolehkan memotong rambutnya maka ia juga boleh masuk salon kecantikan untuk tujuan seperti ini. Asalkan salon tersebut khusus perempuan tidak ada laki-laki yang masuk. Seorang muslimah senantiasa konsisten untuk berdakwah mengajak kebaikan di setiap tempat yang didatangi. Wallahu a’lam.

Artikel: www.fatwapedia.com
Diterjemahkan oleh: Akmar Kholid S
Sumber: Majlis Fatwa Urduniyah, www.aliftaa.jo

Bagikan:

Tags

Leave a Comment