Hamas Adalah Ahlussunah Bukan Syi’ah

No comments
Hamas Adalah Ahlussunah bukan Syi'ah

Fatwapedia.com – Orang-orang yang tidak bertanggungjawab baik dari kaki tangan zionis, atau orang-orang dan beberapa oknum Ustadz yang jahil terhadap hakikat Hamas, telah berulang-ulang memfitnah Hams sebagai gerakan SYIAH, buatan yahudi dan lain sebagainya.

Sungguh sangat mengherankan jika pernyataan diatas keluar dari lisan orang dengan gelar ustadz dan tokoh berpendidikan lainnya. Pasalnya jika kita mau membaca sedikit saja membaca sejarah berdirinya hamas dengan sayap militernya Al-Qassam tentu kita tidak akan tega menuduh dengan tuduhan keji itu 
Lantas apa sebenarnya aqidah gerakan muqawwamah brigade Izzuddin Al-Qassam ini? Apakah ahlussunah atau Syi’ah?
Berikut ini jawaban Al Ustadz  Syaikh Dr. Shalih Husain Al Raqab dalam artikel Beliau yang berjudul:
الرد المبين على مزاعم وأغاليط الدكتور عثمان الخميس
Sanggahan Atas Tuduhan dan Kekeliruan Dr. Utsman Al Khamis
Artikel tersebut sangat panjang, kami kutip bagian yang diperlukan sesuai tema saja. Berikut ini kutipannya:
هناك العشرات من حلقات العلم الشرعي وخاصة في تخصص العقيدة تقام في المساجد، وفي بيوت أهل العلم الشرعي ومعظم حضورها هم أبناء حماس، وهم يدرسون فيها عدة كتب في العقيدة السلفية منها: شرح العقيدة الطحاوية بتعليقات عدد من علماء السعودية الأفاضل، ومعارج القبول، بشرح سلم الوصول إلى علم الأصول للعلامة حافظ الحكمي.
Ada puluhan halaqah ilmu-ilmu syar’i khususnya dalam spesialisasi aqidah yang diadakan di masjid-masjid, dan di rumah-rumah para ulama, dan mayoritas yang hadir adalah anggota H 4m 45_.
Mereka mempelajari sejumlah kitab-kitab aqidah salafiyah, seperti:
– Syarh ‘Aqidah Thahawiyah dengan ta’liq dari para ulama Saudi.
– Ma’arij al Qabul, dengan syarahnya Sulamul Wushul Ila ‘Ilmil Ushul karya Al ‘Allamah Hafizh Al Hakami
جميع أبناء حماس بما فيهم القادة السياسيون والعسكريون يدرسون العقيدة السلفية فيما يعرف بنظام الأسرة الأسبوعية، والمنهج تمَّ إعداده من قبل أساتذة متخصصين في العقيدة وتمت مراجعته من أساتذة كبار متخصصين أيضاً في العقيدة السلفية.
Semua anggota H 4m 45_, termasuk para pimpinan politik dan militernya, juga mempelajari aqidah salafiyah di pertemuan pengajian pekanan yang mereka sebut “keluarga”. Tentang manhaj, mereka pelajari dari para asatidz (guru/profesor) dalam bidang aqidah dan juga merujuk kepada para asatidz senior yang spesialis dalam aqidah salafiyah.
لقد تخرَّج عشرات الالآف من أبناء حماس من حلقات تحفيظ القرآن الكريم وتعليم أحكام التلاوة، المتواجد وبكثرة في مساجد قطاع غزة التي دمَّر العدو الصهيوني أكثر من سبعين منها، ويوجد منهم بدون مبالغة الآلاف حفظة لكتاب الله تعالى، ومنهم من يحمل السند إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم. وقد شاهد كثير من مسلمي العالم المخيمات القرآنية التي أقامتها حركة حماس في العطلة الصيفية، وقد تخرَّج منها عشرات الألاف من الفتية والفتيات، بعد أن تلقوا فيها دروساً في الأخلاق، والعقيدة، والسيرة النبوية، والحديث الشريف..الخ
Puluhan ribu anggota H 4m 45_ telah lulus dari halaqah Tahfizhul Qur’an dan pelajaran hukum-hukum tilawah (tajwid), yang begitu banyak ditemukan di masjid-masjid Jalur Gaza yang 70-an lebih telah dihancurkan oleh z_ 10n ~i5.
Maka tidak berlebihan jika mereka memiliki puluhan ribu anggota yang hapal Al Quran, dan mereka ada yang memiliki sanad yang bersambung kepada Rasulullah ﷺ.  Banyak umat Islam di seluruh dunia menyaksikan Camp-Camp Al-Quran yang diadakan oleh gerakan H 4m 45_ selama liburan musim panas, dan puluhan ribu anak laki-laki dan perempuan lulus dari kamp tersebut, setelah mereka menerima pelajaran akhlak, aqidah,  sirah Nabi, hadits, dll.(*)

Sejarah Singkat Hamas

HAMAS adalah kependekan dari Harokah al Muqowamah al Islamiyah atau Gerakan Perlawanan Islam, didirikan pada tanggal 14 Desember 1987 M oleh Syeikh para syuhada Ahmad Yasin bersama dengan beberapa orang yang meyakini pemikiran gerakan dan manhajnya.
Adapun tahapan-tahapan dari berdirinya gerakan ini adalah:
Fase 70-an: Harokah (Gerakan) sudah mampu berperan dalam meletakan dasar dan memunculkan kelompok-kelompok islam di berbagai yayasan dan asosiasi. Dari sinilah muncul perkumpulan dan lembaga islam hingga terbentuknya Universitas Islam.
Awal 80-an: Harokah semakin solid dalam aspek tanzhim (organisasi) dan ta’thir (ruang lingkup). Pada fase ini harokah merasakan kebutuhan yang mendesak untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Zionis. Di tahun 1983 dibentuklah suatu komisi militer yang melakukan berbagai gerakan-gerakan rahasia untuk melindungi kerja-kerja militer hingga terbentuk Organisasi Jihad dan Dakwah (MAJD)
Tahun 1987: Harokah mulai melakukan aksi-aksi massa untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Zionis melalui berbagai domonstrasi dan penyebaran pamflet kepada rakyat Palestina di daerah Gaza demi memberikan pernyadaran dan kewaspadaan terhadap berbagai cara-cara penundukan yang dilakukan musuh.
Desember 1987: Terjadi percikan pertama yang memunculkan HAMAS dikarenakan tindakan penganiayaan Zionis terhadap hak-hak rakyat Palestina hingga sampai tahap yang sudah tidak bisa ditahan.
Kehormatan dan hak-hak rakyat Palestina dihina dan direndahkan yang menyebabkan munculnya revolusi. Munculnya Gerakan INTIFADHAH (gelombang perlawanan) bulan Desember 1987 diawali dengan berbagai pemberontakan, revolusi, demonstrasi dan aksi-aksi yang menunjukkan penolakan rakyat Palestina.
Pada bulan-bulan itu juga para tokoh Gerakan Ikhwan memberikan berbagai pelatihan dalam menciptakan perlawanan massa dan penyebaran berbagai pamflet untuk menggiring opini umum dalam menentang pendudukan Zionis.
6 Desember 1987: Terjadi tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh seorang supir sebuah Truk Zionis yang menabrakkan kendaraannya ke sebuah mobil kecil yang membawa para pekerja Arab dan mengakibatkan 4 orang penduduk Palestina syahid. Kejadian tersebut menandai munculnya tahapan baru dalam jihad rakyat Palestina.
Para tokoh Gerakan Ikhwan di Gaza mulai melatih para mahasiswa cara-cara berdemonstrasi. Mereka pun rela menutup kampusnya pada hari-hari demonstrasi. Mereka terus menerus melakukan berbagai demonstrasi baik siang maupun malam sehingga berhasil mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat Palestina, bahkan rakyat pun ikut turun ke jalan bersama para mahasiswa menentang pendudukan Zionis. Inilah yang menjadi percikan pertama dari kemunculan intifadhah yang penuh berkah.
14 Desember 1987: Merupakan tahapan baru dalam jihad rakyat Palestina menentang pendudukan Zionis zhalim yaitu tahapan yang mencerminkan gelombang perlawanan islam. Pada awalnya dinamakan ??? (HAMAS) namun setelah beberapa hari diganti menjadi ???? (HAMAAS) kata yang berarti kekuatan dan aktivitas.
Kelahiran HAMAS ini diprakarsai oleh para tokoh Ikhwan yang berjumlah 7 orang. Mereka mengadakan pertemuan di wilayah Gaza setelah kejadian truk 6 Desember 1987 yang kemudian menghasilkan HAMAS.
Ketujuh orang pendiri HAMAAS itu adalah Syeikh Ahmad Yasin, DR. Ibrahim al Bazuri, Muhammad Syam’ah (perwakilan di kota Gaza), Abdul Fatah Dakhon (Perwakilan Wilayah Tengah), DR. Abdul Aziz ar Rantisi (Perwakilan Khan Yunus), Isa an Nasyar (perwakilan kota Rafah), Shalah Syahadah (Perwakilan Wilayah Utara).
Gerakan HAMAS ini membuat panik pendudukan Zionis sehingga pada tahun 1988 mereka melakukan banyak penangkapan dan pengusiran tidak terkecuali para pendiri gerakan kecuali Syeikh Ahmad Yasin yang baru dipenjarakan pada tahun 1989.
Berbagai penangkapan terhadap para pemimpin HAMAS di level pertama terus dilakukan namun itu semua tidak menghentikan regenerasi kepemimpinan dalam tubuh HAMAS hingga sampai level kelima. Penangkapan-penangkapan yang dilakukan Zionis itu tidak berpengaruh apa-apa apalagi menghentikan gerakan.
HAMAS juga menggunakan masjid dalam membangkitkan kesadaran dan perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Zionis, yang kemudian gerakan itu dikenal dengan “Tsaurotul Masjid” (Revolusi Masjid).
HAMAS adalah sebuah Gerakan Jihad, Da’wah dan Politik, ia berdiri di atas Syumuliyatul Islam (Universalitas Islam) yang mencakup semua aspek kehidupan. Hal itu dibuktikan dengan masuknya HAMAS ke medan politik dan ikut serta dalam Pemilu bahkan bisa memenangkannya.
Sejak awal, sebenarnya HAMAS sudah menunjukkan keuniversalannya, seperti memiliki Yayasan-yayasan Sosial, Pendidikan, politik dan Jihad. Masuknya HAMAS ke medan perpolitikan adalah proses alami yang bertujuan membenahi berbagai penyimpangan yang ada didalam berbagai peraturan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip rakyat Palestina dan memberikan perlindungan terhadap berbagai kekayaan dan hak-hak mereka. (disarikan dari hasil wawancara www.ikhwanonline.net dengan H. Muhammad Syam’ah, salah seorang pendiri HAMAS)
Sasaran utama Gerakan HAMAS adalah mendirikan negara Palestina diatas seluruh tanah Palestina melalui jihad yang diikuti oleh seluruh kaum muslimin. Didalam Manifestasi Gerakan dijelaskan bahwa kemunculan Intifadhah adalah demi iizzah dan kemuliaan rakyat Palestina sebagaimana disebutkan “Demi mnegembalikan hak-hak kami di negara kami dan meninggikan Panji Allah di bumi.”
Kemudian ditegaskan lagi didalamnya bahwa “Intifadhah (Perlawanan masal) rakyat kami adalah untuk berjaga-jaga di bumi yang sedang dijajah ini. Intifadhah lahir untuk menentang politik pemaksaan Zionis dan untuk memberikan penyadaran kepada setiap sanubari… “
Pemahaman aqidah HAMAS bersandar kepada Al Qur’an dan Sunanh Nabi. Kemunculan HAMAS diprakarsai oleh pemikiran Ikhwanul Muslimin dan HAMAS adalah salah satu sayap dari Gerakan Ikhwan.
Pasal Pertama di dalam Piagam Gerakan disebutkan bahwa manhaj HAMAS adalah islam. HAMAS menjadikan islam sebagai sumber pemikiran dan pemahamannya terhadap alam, kehidupan, manusia, kepadanya mereka berhukum dalam setiap prilakunya dan segala langkah-langkahnya juga merujuk kepadanya.”
HAMAS adalah salah satu mata rantai dari mata rantai-mata rantai jihad dalam memerangi orang-orang Zionis yang kemunculannya memiliki kaitan erat dengan asy Syahid Izzudin al Qossam dan para mujahidin Ikhwanul Muslimin tahun 1936, yang kemudian juga merupakan kelanjutan dari jihad rakyat Palestina dan jihad Ikhwanul Muslimin di dalam perang 1948 serta berbagai operasi jihad Ikhwan Muslimin di tahun 1967.
Adapun struktur HAMAS terbagi menjadi 4 sayap yang saling terpisah :
  1. Sayap Mobilisasi Massa.
  2. Sayap Keamanan (dahulu bernama MAJD) yang dibentuk pada tahun 1983
  3. Sayap Militer (Batalyon Asy Syahid Izzuddin Al Qossam), sebelumnya bernama “Mujahidu Filistiniyin” atau “Al Mujahiduun”
  4. Sayap Politik
HAMAS berkeyakinan bahwa peperangan dengan Zionis di Palestina adalah peperangan eksistensi yang tidak mungkin dihentikan kecuali setelah berbagai penyebabnya dilenyapkan yaitu pendudukan Zionis di bumi Palestina dan perampasan tanah-tanahnya serta pengusiran para penduduknya. (disarikan dari islamweb.net)
Semoga Allah swt senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada para mujahidin Palestina dalam meninggikan panji Allah dan menjaga kehormatan bangsa Palestina dan kaum muslimin dalam melawan orang-orang yang paling keras permusuhannya kepada kaum muslimin, yaitu Zionis Yahudi.
*Sumber: Ust. Farid Numan Hasan

Bagikan:

Tags

Leave a Comment