Dr. Ali Tahir Parasong, Sosok Aktifis Yang Santun Dan Loyal

Dr. Ali Tahir Parasong, Sosok Aktifis Yang Santun Dan Loyal dengan Muhammadiyah


Fikroh.com – Kabar duka mengiringi kepergian sosok politisi yang juga kader Muhammadiyah. Ali Tahir Parasong wafat pada hari Ahad 3 Januari 2021. Kepergiannya meninggalkan kenangan tersendiri bagi waga Muhammadiyah khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

Ali Tahir Parasong, bagi aktifis AMM yang aktif antara tahun 1985-1995 insya Allah mengenal sepakterjang almarhum di IPM, IMM dan di Pemuda Muhammadiyah. Saya sendiri menjadi sering ketemu bang Ali Tahir Parasong ketika Beliau menjabat sekjend PP Pemuda Muhammadiyah jamannya Prof. Din Samsudin dan saya sebagai Ketua Umum PP IPM. Dulu kami para pengurus Ortom tingkat pusat sering ketemu karena sering diundang di pleno PP Muhammadiyah atau pertemuan pertemuan yang diadakan oleh Badan Pendidikan Kader PP Muhammadiyah.Kami juga sering mengadakan informal meeting untuk membangun  sinergi dan kohesifitas sesama pengurus ortom.Ketika suasana di Pemuda Muhammadiyah pasca Muktamar Pemuda Muhammadiyah palembang belum kondusif, maka Bang Ali Tahir Parasong yang sering ke Jogja untuk membangun komunikasi yang positif dan mencairkan situasi psikologis yang sempat muncul. 

Perawakannya yang tinggi besar dan kemampuan retorikanya yang baik menjadikan Bang Ali Tahir Parasong mudah dikenali oleh siapapun. Pertemuan pertemuan baik acara formal dan non formal selalu menjadi lebih hidup bila ada Bang Ali Tahir Parasong. Demikian pula kiprahnya ketika menjadi anggota dewan cukup menonjol terlebih ketika terjadi dengar pendapat dengan perwakilan pemerintah di DPR. Lihat lah ulang video video di YouTube yang menampilkan sikap kritis almarhum terhadap pemerintah dan mampu beliau sampaikan dengan bahasa yang tetap menghormati pihak yang dikritisi. Itulah karunia dari Allah SWT yang dianugerahkan kepada Bang Ali Tahir Parasong, anugerah kemampuan komunikasi, loby dan retorika yang sangat baik sehingga siapapun senang ketika berbicara dengan almarhum. 

Bang Ali Tahir Parasong juga cukup peduli pada para yunior nya  di AMM entah IPM, IMM, NA maupun Pemuda Muhammadiyah. Sikap peduli beliau lakukan baik kepada pribadi para aktifis AMM maupun secara kelembagaan. Untuk hal ini kita bisa dengar kisahnya melalui dik Slamet (pernah Ketum PP IPM), Dik Sedak Bahta dan sebagainya. Ketika dik Slamet yang waktu itu sakit hingga mengundurkan diri sebagai ketua Umum PP IPM maka Bang Ali Tahir termasuk yang peduli nasibnya. Ketika dik Slamet sembuh dari sakit dan ingin menikah, saya diminta mewakili orang-tua nya utk melamar/khitbah gadis Leuwiliang yang akan dinikahinya, dan ketika saatnya akad nikah maka Bang Ali Tahir Parasong menyempatkan datang untuk menjadi saksi pernikahan sekaligus memimpin doa untuk mempelai. Saya menjadi saksi kepedulian beliau terhadap para yuniornya yang membutuhkan bimbingan dan dukungan. 

Demikian juga kepedulian Bang Ali Tahir Parasong terhadap pengembangan berbagai AUM yang ada di PWM Banten terutama yang ada di Tangerang dan sekitarnya. Banyak sekali AUM dari masjid, TK, SD, SMP, SMA/K hingga Perguruan  tinggi Muhammadiyah di tangerang yang dapat berkembang lebih maju salah satu sebabnya adalah berkat kepedulian dan kegigihan Bang Ali Tahir Parasong. Pribadinya yang rendah hati dan santun menyebabkan beliau memiliki banyak sahabat dan kenalan. Beliau juga memiliki hati dan perasaan yang lembut. Bang Ali Tahir Parasong yang tinggi dan gagah itu mudah sekali menangis dan menitikkan air mata bila melihat dan mendengar sesuatu yang  menyentuh empathynya. Oleh karena itu beliau mudah sekali peduli dan perhatian pada orang lain yang membutuhkan pertolongan. Semoga kebaikan beliau menghadirkan ridlo Allah dan Syurga bagi almarhum. 

Pernah suatu hari, saya selaku Direktur SDI dan Bindatra RSIJ CP Terpaksa memanggil resmi beliau untuk hadir ke RSIJ CP Berkaitan status Bang Ali Tahir sebagai pegawai tetap RSIJ CP. Beliau pada tahun 2008 mengakhiri jabatannya sebagai Direktur PT RUSLAM. Karena sudah tidak menjabat sebagai direktur Ruslam maka beliau secara Peraturan Pegawai RSIJ Harus kembali sebagai pegawai biasa dan masuk kerja setiap hari sebagai mana pegawai tetap yg lainya. Setelah menerima surat dari RSIJ CP, beliau langsung menghubungi saya untuk hadir ke RSIJ CP untuk memastikan status akan tetap sebagai pegawai RSIJ atau mengundurkan diri. Pada hari H yang sudah disepakati, beliau hadir tepat waktu. Setelah bertemu dengan kami beliau niat awalnya akan tetap memilih sebagai pegawai tetap RSIJ dan bersedia masuk kerja seperti pegawai yang lainnya.Hal ini menunjukkan sikap rendah hati  dan ketundukan beliau pada aturan yang ada di RSIJ.Namun setelah kami diskusi sebagai sahabat yang menyarankan akar beliau lebih baik mengembangkan bakat dan ketertarikan beliau di bidang politik, akhirnya sepekan kemudian beliau mengabari saya utk mengundurkan diri sebagai pegawai RSIJ dan berazam untuk terjun ke politik praktis. Alhamdulillah, pribadinya yang rendah hati dan sikapnya yang terbuka dan mau menerima masukan menghantarkan beliau menjadi anggota dewan dengan karya dan prestasi yang sangat baik di tingkat nasional. 

Bang Ali Tahir, sejak  pindah ke Yogya  kita jarang silaturrahim dan guyonan. Selamat jalan Bang. Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada Abang ridlo dan syurgaNya. Aamiin. 

(Muh. jamaludin Ahmad, Wakili ketus LPCR PP Muhammadiyah, 3 des 2021) 

BIODATA SINGKAT

Nama : Dr. H. M Ali Taher Parasong, SH., M.Hum

Tempat Tanggal lahir : Lamakera, Solor Timur, Flores Timur, 9 Februari 1961

Alamat: Jl. Singosari Raya No. 113/115 Perum III Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, 15810

Pendidikan:

  • SDN Slipi I Petang Jakarta, lulus tahun 1974
  • SMP Muhammadiyah 26 Jakarta, lulus tahun 1977
  • SMAN 26 Jakarta Barat, lulus tahun 1981
  • S1 Universitas Muhammadiyah Jakarta, lulus 1987
  • S2 Universitas Tarumanagara Jakarta,  lulus 2002
  • S3 Universitas Padjajaran Bandung, lulus 2012

Pekerjaan :                      

  • Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (1987 – sampai sekarang)
  • Dosen STIE Muhammadiyah Tangerang (1993 – sampai sekarang)
  • Dosen STIKES YATSI Tangerang (2006 – sampai sekarang)
  • Dosen dibeberapa perguruan tinggi lainnya
  • Wakil Direktur Umum RS. Islam Jakarta (1991 – 2001)
  • Direktur Utama PT. RUSLAM Cempaka Putih Jaya (2001 – 2008)
  • Direktur Operasional PT. Catur Darma Utama (2005 – 2008)
  • Anggota MPR RI (1997 – 1999)
  • Anggota BPH STIE Tangerang (1997 – 2008)
  • Ketua BPH Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang (2005 – sampai sekarang)
  • Ketua BPH Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YATSI (2005 – sampai sekarang)
  • Staf Khusus Menteri Kehutanan RI (2009 – 2014)
  • Anggota MPR RI/ DPR RI Fraksi PAN (2014 – 2019)
  • Sekretaris Fraksi PAN MPR RI (2014 – 2019) 

Organisasi:

  • Anggota Majelis Hikmah PP. Muhammadiyah (2005 – 2010)
  • Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Provinsi Banten (2005 – 2010)
  • Wakil SEKJEN DPP PAN (2005 – 2010)
  • Anggota Bidang Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat (2005 – 2010)
  • Ketua DPP PAN (2010-2015)
  • Penasehat Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ( 2010 – 2015)
  • Penasehat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten ( 2010 – 2015)
  • Ketua DPP PAN (2015 – 2020)

Pengalaman Luar Negeri:

  • Tahun 1991, Sebagai peserta muhibbah pemuda Indonesia ke Arab Saudi (Riyadh, Madinah, Makkah) kerjasama kantor MENPORA dengan kerajaan Arab Saudi.
  • Tahun 1992, sebagai peserta Simpusium Health Care di Singapura
  • Tahun 1995, sebagai peserta Simpusium Health Care di Hongkong
  • Tahun 1995, muhibbah ke Jepang kerjasama BP Yayasan RSIJ dengan kedutaan besar Jepang di Indonesia
  • Tahun 1997, participant in Internasional Hospital Expo di Dusseldorf, Jerman dan muhibbah ke Luxsemburg, Belgia, Swiss, Italia, Prancis
  • Tahun 2010, participant in Activities of the France Comparative Law Study, University of Sorbon Paris, Prancis
  • Participant in Activities of Nederlands Comparative Law Study, University of Leiden Belanda
  • Participant in Activities of England Comparative Law Study, University of Sheffield, Manchester, Inggris
  • Participant in Law of Brussel Comparative Law Study, University of Brussel, Belgia

Leave a Comment